Ada banyak makhluk yang tinggal di bumi, ada makhluk yang diketahui manusia dan ada juga yang tidak diketahui manusia. Mereka bersembunyi di parallel zone yang selalu diselubungi kabut tebal yang tak bisa ditembus manusia pada umumnya, ya yang ku sebut hanyalah manusia pada umumnya.
“Morning son, apa kabarmu?,”tanya ayahku yang sedang menyiapkan panekuk untukku.
“Morning Dad,”balasku sambil menyeret kakiku ke meja makan.
“Oh, come on son. Jangan menyeret kakimu seperti itu, ayolah hentikan kebiasaan burukmu di waktu sarapan,”celoteh ayahku.
Ayahku sebenarnya adalah ayah yang komplit, dia adalah ayah yang baik sekaligus ibu buatku. Ibuku meninggal ketika melahirkan aku, aku sering menganggap diriku sendiri sebagai penyebab kematian ibuku tapi tidak dengan ayahku. Dia selalu menganggapku anugerah yang diberikan Tuhan padanya, tak pernah sekalipun dia menganggapku sebagai pembunuh wanita yang amat dicintainya.
“Dad, untuk apa kita sarapan? Kita toh bisa hidup tanpa makan,”balasku.
“Son, jangan menganggap remeh makanan ini, kau tahu ini juga enak dan menyehatkan,”katanya menasehatiku seperti biasanya.
“Sudahlah Dad, katakan saja kalau ini semua untuk menutupi rahasia kita,”kataku.
“Oh, jangan begitu Nak. Lihatlah, kita tidak makan hanya untuk menutupi rahasia kita, kita makan karena ini enak,”elaknya.
“Terserah Dad saja, aku mau kembali ke portal,”balasku.
“Ok, kau boleh kembali ke portal setelah menghabiskan sarapanmu,”katanya memberi syarat.
Menyebalkan rasanya menelan panekuk bulat-bulat padahal kita tidak membutuhkannya untuk bisa beraktivitas. Ini semua sebenarnya hanya untuk menyesuaikan kehidupanku di tempat ini, padahal aku lebih ingin tinggal di portal saja seperti yang lainnya.
“Aku pergi Dad,”pamitku saat berada di ambang pintu.
“Jangan pulang terlalu malam Nak, hati-hatilah,”balasnya.
Oh, ayolah Dad aku hanya pergi ke ruang bawah tanah di rumah ini. Memangnya kenapa kalau aku pulang larut malam?
Aku akhirnya bisa lepas dari kepura-puraanku dan menjadi diriku sendiri, di tempat dimana aku seharusnya berada.
“Morning,”sapa seorang lelaki yang tengah mendrible bola basketnya.
“Morning Bryan, kenapa kau masih di luar?,”tanyaku.
“Menunggu jatah sarapan dari ayahmu, memangnya salah?,”
“Ayolah, kita bahkan tidak butuh makanan,”
“Jangan seperti itu Frenze, ini semua juga bermanfaat untuk kita,”balas Gio sambil membuka pintu ruang bawah tanah.
“Yeah, kau memang selalu menilai manfaatnya dulu,”omelku.
Ini adalah rutinitas yang selalu aku kerjakan sepanjang hidupku, oh salah, maksudku selama aku belum hancur berkeping-keping. Aku bebas melakukan apa saja di tempat ini, tidak ada yang akan mengetahuinya termasuk ayahku. Lebih tepatnya selain lima orang yang ada di dalam termasuk aku. Kalau membandingkan pintu masuk dan ruangan di dalamnya sangat berbeda 1800 atau mungkin 3600, pintu masuk yang kecil dan sampai membuatku merunduk ketika memasukinya sangat berbeda dengan ruangan di dalamnya yang luas dan hampir seperti taman dengan berbagai benda yang kami butuhkan.
“Frenzie, kau harus segera mengecek mereka atau kita akan kecolongan lagi,”perintah Ren.
“Kenapa tidak kau saja? Atau Sean saja,”omelku, aku kan baru saja masuk.
“Ayolah, kami sedang sibuk. Gio menyuruh kami menyelesaikan masalah di Vancouver dengan teleport,”balas Sean yang sedang sibuk mengambil peralatannya.
Dengan mendengus kesal aku akhirnya mulai mengeluarkan sagarically dari tempatnya, sagarically adalah sebuah buku besar berisi data-data orang yang keluar masuk portal. Aku masih belum terbiasa dengan keadaan dan pekerjaan baruku ini tapi aku juga senang karena apapun yang aku lakukan di dalam sini tak seorangpun yang tahu.
Aku jadi ingat pada malam saat aku menyadari jati diriku yang sesungguhnya, siapa sebenarnya aku dan kenapa aku ada di sini. Malam ulang tahunku yang ke-16.
Yang sangat aku ingat adalah saat tanda lahir yang ada di punggungku terasa sangat panas, panasnya serasa membakarku hidup-hidup. Bahkan meskipun aku sudah minum atau lebih tepatnya makan banyak es batu rasa panas itu tak kunjung berkurang, justru tambah menjadi-jadi. Mungkin rasanya panas ini membakarku luar dalam, seperti di neraka mungkin.
Semua bertambah aneh ketika empat orang lelaki aneh datang ke rumahku, mereka bilang mereka mencari salah satu dari mereka yang terpisah. Saat itu aku belum menyadari kalau itu adalah aku, aku sama sekali tak mengerti apa yang mereka jelaskan.
Baru setelah rasa panas itu membuatku berteriak-teriak seperti orang gila dan membangunkan tetanggaku, aku mulai mengerti apa yang mereka cari. Mereka mencariku. Entah kenapa secara tiba-tiba sebuah mimpi muncul dalam kepalaku padahal aku sedang terjaga dan merasa kepanasan. Dalam mimpiku itu seorang lelaki muda yang kira-kira berusia 20 tahunan menemuiku.
“Frenzie, sudah saatnya kau tahu siapa dirimu,”katanya membuka pembicaraan aneh itu.
“Apa maksudmu? Aku tahu siapa diriku, aku manusia yang sekarang berusia 16 tahun,”balasku dengan kening berkerut.
“Bukan,”kata itu seolah menjadi tamparan keras buatku, apa maksud kata-katanya barusan? Aku bukan manusia?
“Kau bukan manusia seperti orang-orang di sekitar mu, kau berbeda dari mereka semua. Kau istimewa Frenzie,”
“Aku tidak mengerti maksudmu, memangnya aku ini apa?,”
“Kau adalah salah satu dari five dragons, reinkarnasi salah satu prajurit five dragons kuno. Tanda lahirmu adalah buktinya,”jelas orang aneh itu.
Five dragons? Apa itu? jadi aku manusia yang jadi inkarnasi five dragons?
“Selain itu kau memang bukan manusia, kau adalah campuran vampire dan bangsawan penyihir di Parallel Zone. Jadi singkatnya kau adalah campuran vampire dan penyihir yang juga inkarnasi five dragons,”jelasnya panjang lebar dan membuatku hampir pingsan karena mendengarnya. Rasanya bumi yang aku pijak sudah tidak tenang, terus bergolak seperti perasaanku. Aku harus menghadapi dua kenyataan sekaligus bahwa aku adalah darah campuran dan inkarnasi five dragons.
“Frenzie tugas berat sudah menunggu mu di dunia manusia, semoga beruntung,”katanya.
Itulah kalimat terakhir yang dia katakan, setelah itu dia menghilang entah kemana. Sementara aku kembali ke alam sadarku dan menemukan diriku dikelilingi empat tamu ku dan ayah.
“Frenz, kau sudah sadar?,”tanya ayahku, tampak kekhawatiran membayangi wajah tirusnya.
“Aku ada dimana?,”tanyaku balik, aku jadi serasa seperti orang linglung yang kehilangan jati dirinya sendiri.
“Tenang Mr Zack, dia hanya terkejut setelah bertemu dirinya di masa lalu,”kata salah seorang tamuku. Aku tersentak mendengar kata-katanya, dia tahu apa yang baru saja ku alami padahal aku saja belum percaya pada kejadian tadi.
“Kalian tahu soal five dragons?,”tanyaku.
“Tentu saja,”balasnya.
“Kami adalah anggota five dragons, sama sepertimu Frenzie,”
Mulai dari malam itulah aku tahu siapa aku yang sesungguhnya, aku adalah anak dari pasangan vampire dan penyihir, dua kubu yang selalu berseteru di Parallel Zone. Ayahku adalah seorang vampire dan ibuku adalah anggota bangsawan penyihir. Aku juga adalah reinkarnasi salah seorang prajurit five dragons kuno, masing-masing anggota five dragons punya kekuatan khusus yang akan bangkit saat usia mereka menginjak 16 tahun.

2 komentar:
Heheh, lucu juga nih... ditunggu lanjutannya ros...
woke..... :D
Posting Komentar